Segelintir Pedagang Di Jabar Jajakan Binatang Kurban Belum Cukup Umur
Pengecekan binatang kurban. (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)Bandung -Tim kesehatan gencar menyidik binatang kurban yang ada di beberapa wilayah di Jawa Barat jelang Idul Adha 2019. Sejauh ini, tim gres menemukan sejumlah binatang kurban belum dewasa dan sakit mata.
Tim kesehatan yang berasal dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) sudah bergerak beberapa pekan lalu. Mereka terbagi dalam empat wilayah.
Kepala DKPP Jabar Kepala DKPP Jabar Koesmayadi Tatang Padmadinata menyampaikan laporan sementara masih ditemukan binatang kurban belum dewasa diperjualbelikan. Pedagang diminta tidak menjualnya.
Ia menuturkan akan meningkatkan sosialisasi lagi kepada para pedagang mengenai kriteria binatang kurban. Sehingga, sambung dia, tahun depan tidak ditemukan lagi binatang kurban yang belum cukup umur. Selain itu, binatang kurban sudah ganti gigi seri depan dan bawah.
"Kita melalui tenaga medis kasih tahu kepada pedagang bahwa binatang kurban harus yang sudah ganti gigi, walaupun gres sepasang boleh. Domba usianya setahun, sapi dua tahun. Lihat giginya," ucap Koesmayadi.
Selain itu, berdasarkan dia, petugas menemukan sejumlah binatang kurban yang sakit mata. Pihaknya menduga sakit mata itu akhir terkena angin ketika diangkut memakai kendaraan terbuka.
"Paling-paling sakit mata ketika diangkut kena angin. Nah itu dikasih salep, sembuh. Nggak sakit parah," ia menjelaskan.
Dalam proses investigasi juga sempat terjadi insiden kecil di Indramayu. Seorang dokter binatang luka ringan sebab diseruduk seekor sapi.
"Ada duduk perkara di Indramayu, dokter binatang diseruduk sapi sampe masuk rumah sakit, lukanya nggak parah," ujar Koesmayadi.
Sekadar diketahui, kebutuhan binatang kurban berupa kambing, domba, kerbau dan sapi pada Idul Adha tahun ini mencapai 275 ribu ekor. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah mendatangkan dari Jatim dan Jateng.
Sumber detik.com