Bikin Surat Terbuka, Andre Gerindra Pertanyakan Dana Pindah Ibu Kota
Foto: Andre Rosiade (Ari Saputra/detikcom)Jakarta -Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana pemindahan Ibu Kota DKI Jakarta ke Kalimantan. Dalam suratnya, Andre bertanya-tanya soal sumber dana pemindahan Ibu Kota.
"Terkait planning pemindahan Ibu Kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan, saya sebagai rakyat Indonesia ingin menanyakan sumber pembiayaan di mana harus dibangun infrastruktur dan kemudahan lainnya untuk menunjang ibu kota baru," kata Andre dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/8/2019).
Menurut Andre, dana APBN tidak akan cukup menanggung planning pembangunan ibu kota gres di Kalimantan. Menurutnya, ada beberapa faktor terkait hal ini.
Soal dana pembangunan ibu kota baru, Andre menyebut Jokowi kemungkinan menugaskan BUMN karya yang akan menjadi beban bagi keuangan BUMN. Proyek pemindahan ibu kota menurutnya bukan proyek komersil alasannya ialah bangunan pemerintah sifatnya lebih ke pelayanan publik. Dia memandang ada risiko missmatch yang dapat menjadikan BUMN terancam gagal bayar.
Andre juga menyebut Jokowi dapat menjalankan tukar guling bangunan usang kementerian/lembaga yang ada di Jakarta, namun menurutnya itu tidak masuk akal. "Usia bangunan yang sudah renta mau dihargai berapa? Kalau dijual apa dapat menutup biaya pembangunan gedung baru?" kata Andre
Andre mengklaim kondisi ekonomi negara sedang melemah dan masih banyak pengangguran. Daya beli masyarakat juga disebutnya turun dan bahaya PHK di depan mata.
"Jika planning ini terus dipaksakan, maka pilihannya sangat mungkin pemerintah Bapak dapat meminta santunan ke China. Melihat opsi yang akan diambil dari teladan di atas, berutang ke Cina sangat mungkin dilakukan," sebut Andre.
Andre menyebut jerat utang dapat merugikan ekonomi Indonesia. Dia mengaku tidak tega kalau pada karenanya Indonesia harus berutang alasannya ialah pemindahan ibu kota itu.
"Bapak Presiden, sekiranya surat terbuka dari saya ini dapat menjadi masukan untuk Bapak dapat melihat nasib anak cucu generasi bangsa kita jauh ke depan. Banyak PR di negara kita, anggaran kementerian kita dipangkas alasannya ialah uang negara tidak ada, apakah kita akan menambah utang dari Cina. Lebih baik memikirkan nasib anak bangsa kita baik dari segi pendidikan, kesehatan dan terciptanya lapangan pekerjaan yang jauh lebih penting dan diharapkan rakyat," sebut dia.
Simak Juga 'Anggota DPD RI Tak Setuju Ibu Kota Dipindah, Ini Tanggapan Anies':
Sumber detik.com