Surabaya Marathon 2019 Jadi Ajang Reuni Alumni Smala
Alumni Smala Bereuni Sambil Ikut Surabaya Marathon 2019/Foto: Amir BaihaqiSurabaya -Reuni sekolah dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Seperti para alumni SMAN 5 (Smala) angkatan 1981 contohnya. Mereka memanfaatkan ajang Surabaya Marathon 2019 untuk bersilaturahmi dan berlari marathon ria bersama.
Salah satu koordinator dan inisiator alumni Smala Hana Budiono menyampaikan secara pribadi ia telah mengikuti Surabaya Marathon yang kedua kali. Namun untuk tahun ini, ia sengaja berinisiatif mengajak teman-teman sekolahnya juga.
"Saya pribadi ikut yang kedua kalinya dan sebab saya mencicipi manfaatnya, senangnya dan hebohnya. Saya kemarin ikut berdua dengan satu sahabat saya dari Sekolah Menengan Atas 5 angkatan 1981. Kemudian berdua kita kompor-komporin teman-teman yang lain untuk ikut marathon," kata salah satu akseptor Surabaya Marathon 2019, Hana kepada detikcom, Minggu (4/8/2019).
Hana menambahkan, pada Surabaya Marathon ini, ia berhasil mengajak 45 teman-temannya. Ke-45 teman-temannya ini bahkan rela tiba dari aneka macam daerah, bahkan dari Balikpapan dan Kalimantan.
"Alhamdulillah yang ikut ini ada 45 sahabat kita dari Smala Surabaya angkatan tahun 1981. Alumni Smala ini tiba dari aneka macam daerah, saya tiba dari Jakarta, Pak Heru ini tiba dari Banyuwangi, ada sahabat dari Bandung, Jogja, dari Balikpapan dan beberapa kota. Surabaya juga ada sekitar 15-an lah," tukas Hana.
"Kalau bareng ada unsur kegembiraan. Gembira itu di olah raga itu penting sekali. Makara olahraga itu suatu keharusan dan fun dan harus juga ada style. Makara gayanya itu penting. Makara tadi lihat kan kita kaosnya sama dengan panitia. Karena kita lihat temannya yang mana. Dari 6.000 bila kaosnya sama, mana tahu kita itu teman. Sedang matanya kita sudah kayak gini. Nggak ketemu," tambah Hana.
Surabaya Marathon 2019 jadi ajang reuni Smala/ Foto: Amir Baihaqi |
Saat ditanya berapa usia rata-rata para alumni Smala ketika ini? Hana mengaku dirinya dan teman-temannya ini sudah berusia 57 tahun. Meski begitu, mereka mampu merampungkan rute marathon hingga garis finish.
"Ayo tebak berapa usia kita? Usianya kita sudah 57 tahunan loh. Jadi, kita ini rata-rata lahir tahun 1962," beber Hana.
Sementara itu salah satu alumni Smala dr Heru Purnomo Setiawan mengungkapkan, olahraga khususnya lari bagi orang-orang dengan usia ibarat mereka sangat membantu dalam kesehatan. Di antaranya yaitu mencegah osteoporosis dini dan menciptakan daya pacu jantung lebih sehat.
"Yang terperinci mengurangi osteoporosis-lah, dengan berolahraga otomatis kalsium itu meningkat ya. Sehingga kita mencegah osteoporosis dini. Kalau kita membisu saja ndak ada kalsium di badan itu menurun dan menjadikan osteoporosis dini. Selain itu untuk kesehatan jantung terjaga dan terpacu untuk kesehatan kita," terangnya.
Meski begitu, untuk mengikuti Surabaya Marathon, teman-temannya telah mempersiapkan fisik dan latihan secara teratur. Persiapan itu bahkan dilakukan semenjak 2 bulan sebelum ajang berlangsung.
"Sebelumnya 2 bulan sudah diworo-woro sama teman-teman kita lalu dianjurkan untuk ikut yang 5 KM saja. Ya kita ada waktu selama 2 bulan itu ya berlatih ya jalan cepat, lari paling nggak seminggu sekali bareng-bareng sama teman," ujarnya.
"Surabaya Marathon 2019 ini memotivasi kita untuk berolahraga. Inisiatornya ya Bu Hana ini. Sambil kita juga dapat bersilaturahmi dengan teman-teman, hebohnya, terus keguyuban antar alumni Smala ini tetap terjalin lah. Makara sangat luar biasa, saya ucapkan untuk bu wali kota untuk rekan-rekan sejawat semua. Alhamdulillah kita yang sudah usia 57 ini masih dapat ikut berpartisipasi di Surabaya Marathon 2019 ini," tandas Heru.
Sumber detik.com
Surabaya Marathon 2019 jadi ajang reuni Smala/ Foto: Amir Baihaqi