Hal Yang Perlu Diketahui Mengenai Polusi Udara Ibu Kota
Foto: Rifkianto NugrohoJakarta -Kualitas udara di Jakarta menempati peringkat ketiga dengan kondisi udara tidak sehat. Hal tersebut diketahui dari Data AirVisual pada Jumat (2/8/2019). Terpantau dari situs AirVisual pukul 15.00 WIB, Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 164, naik dari angka 135 pada pagi hari.
Peningkatan AQI ini mengatakan tingkat polusi udara yang makin tinggi di wilayah tersebut. AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. AQI dihitung menurut enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.
Baca juga: BMKG: Juni - September Polutan Lebih Tinggi |
Rentang nilai dari AQI ialah 0-500. Makin tinggi nilainya berarti makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.
Merujuk pada fenomena tersebut, Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma dr Helmin Agustina Silalahi mengungkapkan bahwa dampak polusi udara terhadap kesehatan sangatlah serius. Polutan mikroskopis di udara sanggup menyelinap melewati pertahanan tubuh, menembus jauh ke dalam sistem pernapasan, peredaran darah, dan merusak paru-paru.
"Gangguan kesehatan yang sanggup terjadi pada kanal nafas sanggup terkena penyakit asma dan kanker paru. Pada kardiovaskuler sanggup terjadi pembesaran jantung. Sedangkan pada neuropsikiatik sanggup menjadikan gangguan perilaku, parkinson, alzaimer, hiperaktif, dan lain-lain," ujar dr. Helmin kepada detikcom, Jumat (2/8/2019).
Butuh perlindungan dari luar dan dalam untuk melindungi badan dari penyakit-penyakit yang muncul akhir polusi udara. Di antaranya yaitu menghindari jalanan yang ramai ketika polusi tinggi, jikalau berolahraga di luar ruangan harus dilakukan di tempat yang tidak banyak polusi, hindari memperabukan sampah, menggunakan produk-produk yang sanggup didaur ulang, menggunakan masker, sampai meminum multivitamin.
Salah satu vitamin yang berfungsi untuk menjaga daya tahan badan terhadap beberapa penyakit yaitu vitamin C. dr. Helmin menyebutkan bahwa beberapa penelitian menunjukan konsumsi vitamin C secara rutin terbukti meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat pemulihan ketika sakit, sampai menurunkan risiko penyakit jantung koroner.
"Sayangnya badan kita tidak sanggup memproduksi vitamin C dan tidak sanggup menyimpan vitamin C. Sehingga harus didapatkan dari asupan masakan atau komplemen setiap hari. Namun perlu disikapi dengan bijak cara menentukan vitamin C," jelasnya.
Dengan banyak sekali manfaat yang telah disebutkan tadi, mengonsumsi vitamin C sanggup jadi alternatif mudah bagi warga Ibu Kota untuk menjaga daya tahan badan di tengah acara yang padat. XonCe merupakan salah satu tablet vitamin C yang sanggup dikonsumsi serta mudah dibawa ke mana saja.
Sumber detik.com