Gubernur Bali Setop Kegiatan Kb, Politikus Nasdem: Beliau Gagal Paham!
Anggota Komisi IX dewan perwakilan rakyat Irma Suryani (Dok. DPP NasDem)Jakarta -Gubernur Bali I Wayan Koster menginstrusikan kepada bupati dan wali kota di daerahnya untuk menghentikan kampanye jadwal Keluarga Bencana (KB) dua anak cukup atau dua anak lebih baik. Koster menggantinya dengan KB krama Bali sesuai kearifan lokal. Politikus Partai NasDem yang duduk di Komisi yang membidangi kesehatan mengkritik Koster.
"Inilah yang dinamakan gagal paham ihwal apa itu yang dinamakan kearifan lokal. Keluarga Berencana ialah jadwal perencanaan keluarga di mana kelahiran diatur biar ibu sehat dan keluarga sejahtera," kata anggota Komisi IX dewan perwakilan rakyat dari Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani, kepada wartawan, Selasa (6/8/2019).
Irma menjelaskan pengaturan jarak melahirkan dan jumlah anak bisa menjaga kesehatan alat reproduksi ibu. Juga, dengan perencanaan keluarga dua anak maka kasih sayang dan perhatian terhadap anak bisa lebih maksimal, kesejahteraan juga bisa dimaksimalkan untuk anak-anak.
Instruksi Gubernur (Ingub) Koster telah ditanggapi oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. Hasto mengimbau biar kebijakan kepala tempat senantiasa memperhatikan ilmu pengetahuan dalam hal ini kesehatan ibu yang melahirkan banyak anak. Irma setuju dengan Hasto Wardoyo. Koster perlu mengkontekstualisasikan kearifan lokal.
"Saya Kira pihak BKKBN tidak ada salahnya untuk memperlihatkan klarifikasi pada Pak Gubernur ihwal apa itu jadwal KB dan yang niscaya jadwal KB tidak berbenturan dengan kearifan lokal jikalau sudut pandang ihwal kearifan lokalnya tidak letter lux," kata Irma.
Ingub yang diterbitkan Koster ialah Ingub bernomor 1545 tahun 2019 ihwal sosialisasi jadwal keluarga berencana (KB) krama Bali. Ingub ini mengizinkan keluarga Bali melahirkan anak lebih dari dua bahkan empat dengan penyebutannya terdiri atas Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut atau nama lain sesuai kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur dan tetua Krama Bali.
"Memerintahkan seluruh jajarannya yang menangani urusan keluarga berencana biar mengkampanyekan dan mensosialisasikan Keluarga Berencana (KB) Krama Bali menurut kearifan lokal yang diarahkan untuk mewujudkan manusia/krama Bali yang unggul dan keluarga berkualitas," demikian petikan arahan Koster menyerupai dikutip detikcom.
Tonton Blak-Blakan Kepala BKKBN: Rebranding KB & Politik Tanpa Gaduh:
Sumber detik.com