Fahri Hamzah Oke Dengan Gubernur Bali Setop Kegiatan Kb

Fahri Hamzah Setuju dengan Gubernur Bali Setop Program KBWakil Ketua dewan perwakilan rakyat Fahri Hamzah (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta -Gubernur Bali I Wayan Koster memerintahkan bupati dan wali kota di daerahnya menghentikan sosialisasi aktivitas Keluarga Berencana (KB) dua anak cukup. Wakil Ketua dewan perwakilan rakyat Bidang Kesejahteraan Rakyat Fahri Hamzah mendukung Koster.

"Saya setuju. Sebab, konsep melihat insan sebagai beban dan penyebab problem itu mendorong kita pada perilaku antimanusia alias tidak berperikemanusiaan," kata Fahri kepada wartawan, Selasa (6/8/2019).



Menurut Fahri, perilaku antikemanusiaan berarti bertentangan dengan Pancasila sila ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Fahri tak khawatir, bila sosialisasi aktivitas dua anak cukup dihentikan, bakal terjadi ledakan jumlah penduduk yang merugikan generasi masa depan, yakni masa depan anak jadi tidak terjamin. Generasi masa depan akan dapat memikul beban bila pemerintah menyediakan pendidikan yang baik.

"Itu kan jikalau anaknya dibikin kolot oleh tidak tersedianya pendidikan yang baik. Kalau pintar? Kan ia dapat memikul beban," kata Fahri.

Terkait risiko kesehatan ibu yang mengandung anak lebih dari dua kali, Fahri memandang hal itu ialah perkara teknis. Dia menilai Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tak perlu menakut-nakuti soal risiko itu ke ibu-ibu.

"Tugas negara ialah meyakinkan dan menyiapkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, bahwa anak ialah masa depan bangsa kita. Makin banyak anak cerdas dan hebat, bangsa kita makin ahli juga. Tapi ini memerlukan leadership, mental harus dirombak," kata Fahri. "Jangan ditakuti."


Sebelumnya, Gubernur Koster menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 1545 Tahun 2019 ihwal Sosialisasi Program KB Krama Bali, yang diteken pada 14 Juni 2019.

"Menginstruksikan wali kota/bupati se-Bali segera menghentikan kampanye dan sosialisasi 'keluarga berencana (KB) dengan dua anak cukup atau dua anak lebih baik' kepada jajarannya yang menangani urusan keluarga berencana," demikian petikan aba-aba Koster. Pertimbangannya ialah kearifan lokal.

Menanggapi hal itu, Kepala BKKBN mengimbau supaya kebijakan kepala kawasan selaras dengan ilmu pengetahuan. Dia menyatakan ada pertimbangan biologis dan kesehatan yang melatarbelakangi kampanye dua anak cukup atau dua anak lebih baik.

"Jadi (punya) dua anak itu memang lebih sehat, tidak dapat dibantah alasannya ialah itu ilmu. Ini bukan kebijakan. Ini ilmu. Kalau dua (anak) lebih sehat itu ilmu, bukan kebijakan. Ya supaya dibedakan," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Magelang, Jawa Tengah, Senin (5/8).



Tonton video Garbi Kaprikornus Parpol, Fahri Hamzah: Jangan Khawatir:

[Gambas:Video 20detik]

Fahri Hamzah Setuju dengan Gubernur Bali Setop Program KB


Sumber detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel