Bksda Penyelamatan 2 Lumba-Lumba Dan 3 Buaya Muara Dari Hotel Di Bali
Evakuasi buaya dari salah satu hotel di Bali (Foto: dok BKSDA Bali)Denpasar -Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengevakuasi 2 lumba-lumba atraksi dari salah satu hotel di tempat Lovina, Buleleng. Ini dilakukan pasca-matinya seekor lumba-lumba atraksi di lokasi itu simpulan pekan lalu.
"Berdasarkan hasil investigasi kesehatan kemarin hanya 2 yang layak atau fit untuk diangkat. Sementara yang 2 ditunda sebab kurang sehat," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumarsono, Rabu (7/8/2019).
Sumarsono menyampaikan dua lumba-lumba yang belum dievakuasi masih dirawat hingga kondisinya membaik. Kedua lumba-lumba itu juga bakal disupervisi dokter hewan.
Terpisah, Koordinator Marine Mammal Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Amang Raga yang dilibatkan dalam proses penyelamatan menyampaikan dua lumba-lumba yang masih berada di hotel tersebut dalam kondisi buta. Dia menyampaikan proses penyelamatan selesai Selasa (6/8) malam.
"Jadi yang ditinggal di sana itu 1 yang buta total namanya Roky, 1 lagi buta di mata kiri Jony, dua lumba-lumba ini untuk terapi," kata Amang.
Evakuasi lumba-lumba dari salah satu hotel di Bali Foto: dok BKSDA Bali |
Dua lumba-lumba yang sudah dievakuasi berjulukan Dewa dan Rambo sekarang dititipkan di Dolphin Lodge Pantai Mertasari, Sanur. Selain dua lumba-lumba ada juga aneka satwa lainnya yang dievakuasi menyerupai 2 lutung, 2 nuri bayan, 1 nuri kepala hitam, 1 kakatua jambul kuning, serta 3 buaya muara yang sekarang dititipkan di Bali Safari.
"Kondisi burung-burungnya banyak yang kurus, tapi untuk lutung obesitas, buaya ya biasa aja sehat sih cuma rata-rata keadaan kandangnya yang parah, penuh semak, nggak kerawat, kotor. Kalau burung kurang terawat, yang lain nggak juga dapat dibilang sehat, jadi banyak yang modelnya kayak asal pakan," paparnya.
Amang menyampaikan pihaknya bakal ikut mengawasi kondisi dua lumba-lumba baik yang belum maupun sudah dievakuasi.
"Kita ada akses, kapanpun, kita awasi tetap. Kita akan kunjungan rutin, cek kesehatan sesuai isyarat BKSDA jadi kami dikasih susukan untuk itu," jelasnya.
Sebelumnya, seekor lumba-lumba atraksi di hotel tempat Lovina, Bali ditemukan mati Sabtu (3/8). BKSDA menyampaikan hotel itu mempunyai izin forum konservasi yang dapat menciptakan pihak hotel merawat ataupun memperagakan binatang yang dilindungi.
Belakangan hotel itu tersangkut masalah utang-piutang. Bangunan hotel disita bank sebab gagal bayar. BKSDA juga menyelidiki apakah ada unusr kelalaian dalam masalah matinya mamalia tersebut.
"Lumba-lumba tidak termasuk objek yang disengketakan dan kewajiban forum konservasi tersebut untuk pemeliharaan. Apa pun alasannya, sebab lahannya bermasalah, menelantarkan itu tidak boleh," kata Kepala Subbagian Tata Usaha Balai KSDA Bali I Ketut Catur Marbawa, Senin (5/8).
"Bisa unsur pidana apabila terbukti ada unsur kelalaian. Dari sisi izin penelantaran, izin dapat dicabut tetapi melalui proses-proses surat peringatan 1, 2, 3 dan kesimpulan tim, hingga ujungnya pribadi dicabut tapi tetap dievaluasi," ucap Catur.
Sumber detik.com
Evakuasi lumba-lumba dari salah satu hotel di Bali Foto: dok BKSDA Bali