Puluhan Binatang Kurban Di Cianjur Belum Sampaumur Dan Belekan

Puluhan Hewan Kurban di Cianjur Belum Cukup Umur dan BelekanFoto: dok. Istimewa

Cianjur -Dinas Kelautan, Peternakan, dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cianjur menggelar investigasi kesehatan binatang kurban di sejumlah lokasi berkaitan Idul Adha 2019. Hasilnya ditemukan 74 ekor tak laik jual, adalah 57 ekor dinyatakan masih berusia di bawah 1 tahun dan 17 ekor sakit mata.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP M Agung Rianto menyampaikan binatang kurban yang masih berusia di bawah 1 tahun itu terdiri atas 51 ekor domba dan 6 ekor sapi. "Secara fisik, 57 binatang kurban tersebut sehat, tidak ada cacat, dan gemuk. Tapi tetap belum layak karena umur yang masih di bawah ketentuan prasyarat binatang untuk kurban," ujar Agung, Rabu (7/8/2019).

Terhadap binatang yang mengalami belekan, ia meminta pemiliknya semoga memperlihatkan penanganan ringan. Menurutnya, sesudah dua hari penanganan, biasanya binatang tersebut sembuh dari belekan.

"Kalau sakit mata itu biasanya akhir debu dikala perjalanan atau ekspedisi dari peternakan ke lokasi penjualan. Semuanya sudah diobati, dalam waktu dua hari juga sudah normal lagi," ujar Agung.

Hasil investigasi secara menyeluruh, di Kabupaten Cianjur belum pernah ditemukan binatang kurban yang mengidap penyakit berbahaya, menyerupai sapi gila. Bahkan cacing hati pun jarang ditemukan.

Langkah pencegahan telah dilakukan oleh DKPP. Untuk cacing hati, DKPP telah melaksanakan sosialisasi serta training kepada peternak untuk memperlihatkan obat tertentu dikala proses penggemukan.

"Sampai dikala ini di Cianjur belum pernah ditemukan yang sakit berbahaya ataupun cacing hati. Karena dari peternaknya pun kini sudah menguasai langkah apa saja yang harus dilakukan untuk pencegahan," kata Agung.

Tercatat selama periode investigasi mulai 29 Juli sampai 6 Agustus 2019, sudah 13.867 binatang kurban yang diperiksa, terdiri atas 1.091 ekor sapi, 7.305 ekor domba, 5.451 ekor kambing, dan 20 ekor kerbau.

Puluhan Hewan Kurban di Cianjur Belum Cukup Umur dan Belekan Foto: dok. Istimewa
Hewan yang tak layak kurban dan sakit ringan ditemukan sesudah melaksanakan investigasi ke sentra penjualan binatang kurban dan lokasi penjualan pribadi.

"Pemeriksaan binatang kurban akan terus berlanjut sampai 13 Agustus 2019 dengan melibatkan 50 petugas kesehatan binatang yang akan melaksanakan investigasi ke setiap lokasi penjualan binatang kurban, termasuk membentuk posko pelayanan kesehatan untuk binatang kurban di kantor dinas dan sentra kesehatan hewan," tutur Agung.

Warga yang akan membeli binatang kurban diimbau lebih teliti dikala menentukan binatang kurban. Tetapi, untuk memudahkan pembeli, dinas sudah memasang stiker khusus yang mengambarkan binatang tersebut sehat dan layak untuk dikurbankan.

"Kita menemukan sejumlah binatang kurban di Cianjur masih menerima pasokan dari luar daerah, sehingga dalam distribusinya perlu pengawasan. Setiap binatang kurban tersebut wajib dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari tempat asal," ujar Agung.


Showroom Unik di Ponorogo, Kambing Kurban Dimanjakan Bagai di Salon:

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel