Kabut Asap Selimuti Pontianak, Warga Diminta Pakai Masker
Ilustrasi warga menggunakan masker. (Foto: Shutterstock)Pontianak -Indeks kualitas udara di Pontianak, Kalimantan Barat, masuk kategori tidak sehat alasannya ialah dampak kabut asap. Warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker untuk meminimalkan terserang penyakit.
"Silakan minta masker ke puskesmas terdekat, kalau pun tidak ada, gunakan materi lain untuk melindungi hidung dan mulut, menyerupai menggunakan kain atau sapu tangan yang sudah dibasahi sedikit air," kata Kadis Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu di Pontianak, yang dikutip dari Antara, Kamis (8/8/2019).
Pihaknya telah menyiapkan 35 ribu lembar masker sebagai bentuk antisipasi semakin buruknya kualitas ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) di kota itu dampak kebakaran hutan dan lahan. Ia menjelaskan pihaknya juga berencana mengajukan penambahan masker tersebut ke Pemprov Kalbar.
"Sejak Juli kemarin, masker-masker yang ada pun sudah kami distribusikan ke puskesmas, bahkan ke sejumlah pihak yang membutuhkan masker tersebut," tuturnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat di kota itu mengurangi atau tidak melaksanakan acara di luar rumah, terutama di malam hari, alasannya ialah kualitas ISPU sudah masuk kategori tidak sehat. Ia menjelaskan level atau kategori ISPU di Pontianak sudah berwarna kuning, yang artinya sudah tidak sehat.
"Karena itu, akan kami pantau terus, apakah acara berguru sekolah akan diliburkan atau belum sebagai dampak dari karhutla," kata Edi.
Menurut dia, imbas atau dampak asap akhir karhutla dapat besar lengan berkuasa per hari atau bahkan per jam.
"Apabila angin kencang, maka kabut asap akan berkurang, tetapi apabila sebaliknya, maka kabut asap akan semakin tebal," ucap Edi.
Tonton video Akibat Karhutla, Kabut Asap Selimuti Pekanbaru:
Sumber detik.com