1.250 Petugas Diterjunkan Pantau Kesehatan Binatang Kurban Idul Adha

1.250 Petugas Diterjunkan Pantau Kesehatan Hewan Kurban Idul AdhaHewan kurban yang dijual (Foto: Dadang Hermansyah)

Surabaya -Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan Jawa Timur menerjunkan 1.250 petugas untuk memantau kesehatan hewan-hewan kurban. Hal ini biar daging kurban yang diterima masyarakat dalam kondisi baik.

Kepala Dinas Peternakan Jatim Wemmy Niamawati menyampaikan pihaknya telah mengirim edaran ke kabupaten dan kota untuk melaksanakan pengawasan dan investigasi ternak yang hendak dijual.

"Jadi semua lapak yang ada di Jatim itu kita gerakkan SDM kabupaten kota se-Jatim. Kaprikornus ada 1.250 orang apakah itu dokter binatang atau paramedik veteriner. Kita bekerjasmaa juga dengan Persatuan Hewan Indonesia, lalu juga fakultas kedokteran hewan. Kaprikornus dipastikan semua ternak dijual itu sehat, dilakukan investigasi dan dikeluarkan surat keterangan binatang ternak," papar Wemmy di Surabaya, Jumat (2/8/2019).


Tak hanya itu, Wemmy menyampaikan pihaknya juga melaksanakan training kepada takmir masjid. Pelatihan ini biar para takdir memahami bagaimana cara penanganan binatang kurban.

"Kami juga melaksanakan training kepada takmir masjid 150 orang selama dua hari. Gelombang pertama 100 orang, dan gelombang kedua 50 orang, supaya paham penanganan terhadap binatang kurban. Ada investigasi antem mortem dan post mortem," imbuhnya.

Sementara terkait penyakit yang rawan diidap oleh binatang kurban, Wemmy menyebut selama ini pihaknya telah melaksanakan penyelidikan. Hal ini dilakukan di beberapa laboratorium milik pemprov.

"Tidak hanya di Idul Adha saja tapi tiap bulan kita lakukan penyelidikan terhadap penyakit hewan. Disnak punya laboratorium di Malang, mulai Banyuwangi hingga Mojokerto, hingga Trenggalek. Kemudian laboratorium di Tuban, itu Pacitan hingga Surabaya. Kemudian Madura ada laboratorium kesehatan Madura," lanjut Wemmy.


Di kesempatan yang sama, Wemmy mengimbau masyarakat biar menerapkan contoh pengolahan binatang kurban se-higienis mungkin.

"Diimbau supaya untuk penanganan daging kurban harus higienis, dihentikan dicampur antara daging dengan jeroan. Kaprikornus jeroannya harus dipisah penanganannya. Kaprikornus disendirikan, namanya daging merah sama hijau," pungkasnya.



Simak Juga 'Geger Potensi Gempa Megathrust M 8,8 dan Tsunami Dahsyat':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Jagal di Cimahi Meninggal Saat Hendak Sembelih Hewan Kurban"
[Gambas:Video 20detik]


Sumber detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel